Mendaki Bukit Bersama Everest

Rasa minuman bandrek, bajigur, dan singkong rebus yang hangat itu seperti masih terasa di kerongkongan ketika mengenang kembali perjalanan ke Situ Patenggang dalam acara petualangan keluarga bersama Ford Everets TDCi 2008 di Bandung-Ciwidey, Jawa Barat, 14-15 Februari lalu.

Kenangan yang indah itu dimungkinkan karena rasa kenyamanan dan ketenangan yang timbul selama menjadi penumpang maupun saat mengendarai mobil Ford Everest TDCi 2008.

Mobil pengembangan dari tipe Ford Everest sebelumnya ini diperkenalkan PT Ford Motor Indonesia (FMI) di halaman Wisma Pondok Indah 2, Jakarta Selatan, yang menjadi tempat kantor baru FMI, Kamis pekan lalu.

Menariknya, uji coba yang bertema petulangan keluarga bersama produk Ford Everest terbaru, selama dua hari itu “didominasi” guyuran hujan. Awan tebal pun terus mengiringi perjalanan pergi-pulang Jakarta-Bandung dan sekitarnya. Membawa kendaraan dalam cuaca seperti itu tentu saja secara spontan menimbulkan was-was.

Kecemasan sempat menyergap ketika mengawali test drive di bawah guyuran hujan lebat pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB di halaman Wisma PI 2. Tapi, setelah melewati Pos 1 di Kilometer 57 dan berhenti sejenak sebelum menuju Pos 2 yaitu pintu Tol Kopo, rasa tidak nyaman itu sirna.

Stabilitas laju kendaraan, hasil rem yang menenteramkan hati, dan transmisi otomatis 5-speed–yang memudahkan seorang yang baru bisa belajar mobil beberapa bulan sekali pun–membuat perjalanan yang di bawah siraman hujan lebat dan lalu-lintas yang cukup padat itu tidak melelahkan.

Kuncinya dalam mengendarai sebuah produk mobil yang dibuat dengan prinsip memudahkan segala sesuatunya buat sang pengendara ini mungkin adalah tinggal ketenangan. “Asal jangan grogi dan juga jangan terlalu serius. Nikmati aja apa yang bisa dilihat,” kata seorang rekan.

Betul juga. Melewati pintu Tol Kopo setelah sekitar dua setengah jam perjalanan, memasuki pinggiran Bandung sebelum sampai di Pos 3 Kebun Strawbery Saun Sari, sebelum tiba di Pos 4, Arga Puri, melalui jalan aspal sempit yang terus menanjak dengan lebih rileks dan sesekali mencuri pandang pada dara-dara Priangan yang jelita yang “menyergap” di tengah maupun pinggir jalan.

Tapi, nikmatnya berlomba memetik strawberry dan melahap nasi ayam disirami sambal strawberry, sempat tidak mampu meredam sedikit ketakutan ketika harus menjalani off-road melewati perbukitan Situ Cileunca. Lama perjalanannya untuk sampai ke danau tersebut, sekitar satu jam.

Hari sudah sore dan hujan pula. Di kawasan tertinggi perbukitan menjuju ke Situ Ciluenca itu terdapat beberapa gerombolan kabut menghadang. Jalanan sempit dan alang-alang tinggi. Beberapa kali menyusuri tepian lereng yang menyisakan jurang. Tapi, kenyamanan dan kemampuan kendaraan kembali memberi ketenangan.

Posisi duduk yang tetap nyaman dalam mengendarai mobil selama menempuh jalanan bukan aspal, yang penuh tikungan, dengan naik-turun yang cukup tajam itu berkat suspensi roda yang baik. Pergerakan kemudi mobil juga tetap terjaga meski harus melahap tikungan-tikungan yang tajam maupun goncangan akibat jalan berbatuan.

Kembali Arga Puri dengan rute yang sama setelah bermain paint ball dan berarung jeram malam hari, tubuh dihangatkan oleh sistem pemanas yang ada dalam mobil. The New Everest ini punya fitur-fitur baru seperti in car entertaintment dengan roof mounted DVD, LCD, jok kulit yang nyaman, dan bull-bar yang memperkokoh tampilan mobil keluarga ini.

Apalagi mobil Sport Utility Vehicle (SUV) ini tiga tuas percepatan yang mendongkrak laju mobil ketika harus melewati jalur tanjakan yang curam. Keesokan harinya perjalanan menuju ke Situ Patengang, kemudian makan siang, dan kembali ke Jakarta terasa lebih ringan setelah “menaklukkan” perbukitan menuju Situ Cileunca itu.

“Kami harap petulangan ini dapat memberikan rekan media pengalaman tentang Everest dari berbagai aspek dan memberikan inspirasi untuk berpetualang dengan keluarga masing-masing,” kata Presiden Direktur FMI, Will Angove. (Harry Prasetyo)

Tentang Model Terbaru
Keluaran baru Ford Everest 2008 ini adalah Ford Everest TDCi 4×2 automatic yang bakal diluncurkan 29 Februari ini. Presiden FMI Will Angove mengatakan penjualan New Ford Everest naik empat kali dibandingkan dengan tahun lalu.

Keberhasilan itu, lanjutnya, memantapkan varian ini menempati posisi kedua di segmen medium sport utility vehicle (SUV). “Kami ingin terus memperkuat pangsa pasar Ford Everest melalui pengenalan model baru ini,” katanya.

Manajer Komunikasi FMI, Bambang Priandoyo, yakin Ford Everest 2008 bakal disambut oleh konsumen di pasar sebagaimana model sebelumnya. Apalagi model terbaru itu memiliki tiga fitur yang bernilai Rp 15 juta. “Nilai fitur yang mencapai Rp 15 juta tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri karena konsumen akan melihat peluang hanya dengan menambah dana Rp 5-6 juta, mereka memperoleh fitur senilai Rp 15 juta,” kata Bambang.

Harga Ford Everest
New Everest TDCi 4×2 AT XLT
Rp 271,000,000 (On the road – Jakarta)
2.5L TDCi
4×2
Automatic

New Everets TDCi 4×2 MT XLT
Rp 259,000,000 (On the road – Jakarta)
2.5L TDCi
4×2
Manual

New Everest TDCi 4×4 MT 10-S
Rp 325,000,000 (On the road – Jakarta)
2.5L TDCi
4×4
Manual

6 Responses

  1. kasih info donk… konsumsi bbm everest brapaan?

  2. Konsumsi BBM Ford Everest TDCi:
    - Dalam kota 1:9
    - Luar kota 1:13

  3. Saya Tertarik untuk tes Drev Everest Baru dimana saya bisa dapat kan?. saat ini saya pakai Ford Everest 2003 rencana nya sih pengenganti. Terima Kasih

  4. Pak Ferry…
    Test drive semua jenis mobil Ford bisa dilakukan di dealer-dealer Ford di Jakarta dan seluruh Indonesia. Kalau di Jakarta ada di Jaksel, Jakpus, Jaktim, Jakbar, dan Kelapa Gading. Untuk info lengkap termasuk alamat dan no telp, mungkin bisa dilihat di situs resmi Ford: http://www.ford.co.id

  5. wes.. lumayan irit tuh,dan gagah lagi,SERIUSSS…..:)

  6. Tau gak King… Everest (berdasarkan datanya Ford) banyak dipake ama ibu2 lho… hehehehe alasannya gede dan luas buat bawa: belanjaan… !

Leave a Reply