Lahirnya kembali Sang Panthera

Operasional perangkat dan fitur hanya dengan disentuh.

Taring baru ditancapkan Jaguar. Kita tidak sedang bicara soal Panthera onca, peringkat ketiga dalam keluarga “kucing besar” setelah harimau dan singa.

Tapi Jaguar XF, luxury sedan terbaru dengan performa baru, sporty dan penuh kemewahan.

Tampilan Jaguar XF yang diproduksi di Castle, Bromwich, Inggris, ini tak lagi kaku. Kini Jaguar XF mulai memberanikan diri tampil luwes. Untuk menandingi mobil ekslusif di kelasnya Jaguar mencoba melakukan perubahan bentuk. Dan Seri XF adalah sebuah tanda terlahirnya kembali Jaguar.

“Jaguar XF memiliki segalanya yang dibutuhkan, desain eksterior yang sensasional dan interior yang dramatis, dikombinasikan dengan keseimbangan kenyamanan berkendaraan. Jaguar XF adalah perwujudan nyata dari filosofi Jaguar untuk menciptakan Beautiful, Fast Cars,” kata Darwin Maspolim, Chief Operating Officer PT Grand Auto Dinamika, distributor Jaguar di Indonesia saat launching di Jakarta, awal bulan ini.

Penantian delapan tahun dari seri X pada tahun 2001 ke seri XF di tahun ini, tak pelak membuat perubahan besar. Desain eksterior lebih aerodimanis, mulai dari lekukan bumber, kap mesin lebih cembung, dan penggunaan “sirip” di kiri dan kanan pintu depan yang berfungsi memecahkan angin dari depan.

Memasuki kabin, kita dimanjakan dengan keindahan warna yang klasik, dengan motif kayu, tetapi tidak kuno. Detail ditata dengan apik sehingga tombol-tombol fungsi pada dasboard, sisi kiri dan kanan dapat diraih dengan jari.

Layar sentuh (touchscreen) berukuran 7 inchi di bagian depan tak hanya berfungsi untuk mengontrol sistem audio, televisi/radio satelit dan video–yang ditunjang 14 speaker Bower&Wilkins 320 watt–tapi juga untuk menjalankan seluruh fitur digital.

Yang menarik, otak kendaraan ini terletak di konsol tengah. Di bagian paling atasnya terdapat start-stop engine button. Sekali sentuh, mesinpun segera menyala.

Di bagian tengah tak ada tuas persneling konvensional. Gantinya terdapat sebuah tombol putar (Jaguar Drive Selector). Pengendara tinggal memutar tombol ke kanan atau ke kiri dengan urutan, P (parking), R (reverse), N (netral), D (drive), dan S (sport). Simpel.

Jika masih ingin merasakan perpindahan gigi ala manual, mobil dengan 6-speed otomatis ini, dipasangi Jaguar Sequential Shift (sejenis tiptronic) yang terletak di bagian belakang kemudi.

Di bagian paling bawah konsol–di bawah tombol persneling–terdapat rem tangan (handbrake). Lagi-lagi cukup hanya disentuh, tak perlu menarik (tipe konvensional), tak perlu menginjak (tipe foot brake). Handbrake ini otomatis akan terlepas begitu mode persneling mode digunakan.

Sistem sentuh juga diterapkan pada semua kompartemen. Tinggal menempatkan jari pada titik sensor maka kompartemen akan terbuka. Jadi jangan pernah mencari tuas di Jaguar XF ini.

Berbagai teknologi teranyar dipasangkan. Untuk menambah jarak pandang pengemudi, dilengkapi fitur Blind Spot Monitor yang diletakaan pada sisi kaca spion.

Trac DSC (Dynamic Stability Control) dan kontrol traksi yang dapat diatur dari panel digital, untuk menyesuaikan cengkaraman kendaraan pada berbagai permukaan.

Bahkan pada versi 4,2L ada fitur Computer Active Technology Suspension (CATS) yang bisa mengatur kelenturan suspensi lewat panel di dalam kabin.

Untuk pasar Indonesia Jaguar XF dilepas dua varian yaitu XF 3.0L V6 (berkekuatan 238 hp) yang dibanderol Rp 1,29 milyar dan XF 4.2L V8 Supercharged (416 hp) new refined engines seharga Rp 2,1 milyar. Hmmm…

SPEFIKASIJaguar XF 3.0L
Mesin: 2967 cc V6
Daya: 238 hp/6800 rpm
Torsi: 293 Nm/4100 rpm
Transmisi: 6-Speed Automatic
Panjang: 4961 mm
Lebar: 1877 mm
Tinggi: 1460 mm
Whelbase: 2909 mm
Harga: Rp 1,29 miliar

Jaguar XF 4.2L Supercharged
Mesin: 4196 cc V8 Supercharge
Daya: 416 hp/6250 rpm
Torsi: 560 Nm/3500 rpm
Transmisi: 6-Speed Automatic
Panjang: 4961 mm
Lebar: 1877 mm
Tinggi: 1461 mm
Wheelbase: 2909 mm
Harga: Rp 2,1 miliar

Leave a Reply