Hyundai H-1 XG: Si Besar yang Ringan

Dilengkapi rear camera untuk membantu saat mundur.

“Wah bener-bener belajar matematika nih kalo bawa Hyundai H-1,” kata saya ketika mengembalikan unit Multi Purpove Vehicle (MPV) Hyundai itu pada Jose Wijajakusuma, beberapa pekan lalu. “Matematika?” Wajah General Manager Marketing PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) itu terlihat kebingungan. “Ya iyalah, kan mesti ngitung banget panjang ama lebar mobil kalau mau masuk jalan sempit,” jawab saya. Jose langsung ngeh. “Wah, gua kirain apaan,” katanya sambil tergelak.

Bodi bongsor menjadi satu faktor yang langsung membuat kita langsung bisa mengenal sosok H-1 (baca: H One) saat meluncur di jalan-jalan. Saking gedenya, ya itu tadi, saya harus super hati-hati jika melewati jalanan yang agak sempit atau memasuki tempat parkir di basement.

Ya, iyalah, mobil ini punya dimensi panjang 5.125 mm, lebar 1.920 mm dan tinggi melebihi rata-rata orang Indonesia yaitu 1.935 mm. Wheelbasenya yang mencapai 3.200 mm, hanya berbeda 30-an sentimeter dari panjang total city car terbaru Hyundai i10 (3.565 mm).

Toh, mobil-mobil gede ini punya peminat lumayan banyak. Selain Hyundai sebut saja merek lain seperti Toyota Alphard, Volkswagen Caravelle, Volkswagen Transporter, Toyota Previa, atau Nissan Elgrand, banyak peminatnya. Di luar itu juga masih ada Mercedes Benz Vito.

Saya mendapat kesempatan kembali mencoba Hyundai H-1. Yup, terakhir kali Tempo mencoba minibus atau large MPV Hyundai ini adalah saat launching pertama kali awal tahun 2008 lalu. Sejak saat ini berbagai perubahan sudah dilakukan HMI pada H-1.

H-1 tipe XG yang saya jajal mengalami perubahan mencolok di sisi interior. Dulu waktu mencoba, H-1 masih dengan bangku biasa, empat baris, tanpa embel-embel lain. Tapi kali ini kabin jauh lebih mewah. Bangku tiga baris dilapis kulit, dengan pengatur. Bagian tengah bangku di tiap-tiap baris bisa sehingga bisa beralih fungsi menjadi meja.

Perangkat entertainment lengkap: audio 1DIN, radio/CD/DVD/MP3/USB/iPod/Global Positioning System (GPS) plus monitor in dash. Juga ada empat LCD monitor 7 inci di bagian belakang headrest empat bangku terdepan. Pendingin kabin tersebar di 10 titik sehingga membuat nyaman penumpang meski kabin H-1 yang super lega.

Sama seperti juga ketika mencoba pertama kali, saya terkesan dengan handlingnya. Hyundai memang menerapkan beberapa teknologi untuk menjawabnya. Overhang yang pendek, 855 mm, membuat pandangan ke depan cukup terbuka. Turning radius 5,61 meter, terbaik dikelasnya, sehingga memutar di U-turn, wuuusss, tak masalah.

Khusus untuk tipe XG ini dilengkapi rear camera. Dengan tampilan 130 derajat horizontal dan 95 derajat vertikal, kamera dengan resolusi 270.000 pixel ini akan menampilkan kondisi belakang kendaraan di layar LCD di dashbord. Ditambah back sensor membuat visualisasi saat mundur atau parkir menjadi sangat terbantu.

Untuk mengimbangi besarnya bodi, Hyundai H-1 dipasangi mesin berkapasitas 2.359 cc dengan daya maksimum 175 kW @ 6000 rpm dan torsi 227,7 Nm @ 4200 rpm. Mesin ini berkolaborasi dengan transmisi 4- speed automatic dengan model inline.

Meski buat sebagian orang bodi besar H-1 harus mendapat perhatian ekstra namun berbagai kemudahan ditempatkan Hyundai pada mobil ini sehingga sama sekali nggak kerasa kalau si mobil ini bertubuh bongsor.

KESIMPULAN
+ Kabin super lega
+ Radius putar oke
+ Kamera belakang sangat membantu
- Butuh perhatian ekstra karena bodinya yang besar
- Tenaga lambat naik
- Suspensi keras jika penumpang sedikit

SPESIFIKASI
Mesin: 2.4 MPI
Kapasitas: 2.359 cc
Daya maksimum: 175 kW @ 6000 rpm
Torsi maksimum: 227,7 Nm @ 4200 rpm
Dimensi (pxlxt): 5.125 x 1.920 x 1.935 mm
Turning radius: 5.61 m

Siap Diproduksi di Indonesia

Besarnya pasar MPV di Indonesia membuat Indonesia dipercaya menjadi basis produksi Hyundai H-1 lewat PT Hyundai Mobil Indonesia. Rencannya, pabrik Hyundai di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, akan memproduksi H-1 untuk dalam negeri dan juga ekspor ke negara-negara ASEAN.

Erwin Djajadiputra, Vice Presiden Sales, Marketing & After Sales PT HMI mengatakan saat ini pabrik Hyundai memiliki kapasitas 27.000 unit per tahun. Jika jadi memproduksi H-1 angka ini tidak akan bertambah terlalu banyak. “Semua masih on schedule, mudah-mudahan sebelum akhir tahun sudah terlaksana,” kata Erwin.

Selama ini HMI mengimpor H-1 dari negara asalnya Korea Selatan. Di Indonesia, H-1 memiliki empat varian GLS M/T (Rp 340,5 juta), GLS A/T (Rp 357,5 juta), Elegance A/T (378 juta), dan XG A/T (Rp 394,5 juta).

Kapan pastinya H-1 bakal diproduksi di sini? Kita tunggu saja.

(Tulisan ini dimuat di Koran Tempo edisi Minggu, 5 April 2009, hal. C4)

9 Responses

  1. makasih dah… harga si emang rada miring tapi body yang bongsor itu emang hanya layak untuk dalam kota saja.
    ketimbang h1 mendingan i10..
    untungnya gue yang sudah punya avega :)

    • hehehe jgn ngebandingin H-1 ama i10 dong bos, beda jauh… tapi pilihannya utk avega boleh juga. Saya pernah nyoba dri semarang ke jogja, enak, handling oke, irit juga

  2. dibanding alphard,caravelle dan sekelasnya, H-1 adalah pilihan yg paling tepat. Dengan bodi dan interior yang nyaris sama dengan pesaingnya, H-1 cocok dipilih. Apalagi dengan harga yang sangat terjangkau.
    ALPHARD : 1,1 M
    Caravelle : 1,1 M (kira2)
    H-1 : 340,5 JT

  3. saya ibu rt, yang gak suka pake supir, anak 3. suka bener sama H1. tapi aneh ya kalo gak pake supir…. kegedean.
    Pilihan lain serena. tapi kok kayaknya sempit ya.
    Sekarang lagi pake innova.

  4. hehehe ibu ping ping… kalo bawa sendiri, tanpa sopir, sebenarnya bukan aneh… cuma agak ribet aja. maklum H-1 termasuk berbodi gede,,, meski secara fungsional sangat lega buat anak2 ama barang2 belanjaan…

  5. wiuh mantap bgt tuh…buat bawak anak2 n istri…..

  6. Mas Saiful… kalo buat keluarga sudah pasti cukup banget… kalo berminat malah bagian belakang bisa dimodifikasi jadi ruang keluarga… saking leganya

  7. waktu mudik kemarin, saya dipinjami H-1 saya bawa naik ke Gunung Kelud sampai puncak dengan penumpang 9 orang, dg persneling di L2. lumayan…meski disertai waswas karena belum pernah pakai mobil matik

  8. @Roger: wah sampe ke gunung Kelud? menarik juga… mau berbagi cerita? silahkan aja….

Leave a Reply