Membedakan Shockbreaker Asli atau Palsu? Cermati Beberapa Hal Ini

Shockbreaker

JAKARTA, 16 November 2010 - Anda ingin membeli shockbreaker di pasar aftermarket namun khawatir dibohongi oknum tidak bertanggung jawab? Tak perlu khawatir, ada beberapa cara untuk mengetahui ciri-ciri shockbreaker asli dan asli tapi palsu alias daur ulang.

“Selain ditawarkan komponen kualitas dua alias KW2, biasanya ada komponen palsu. Komponen palsu bisa dikenali dari kemasan dan bentuknya. Yang sulit biasanya adalah komponen asli tapi palsu alias daur ulang,” kata Muhamad Irpan, spesialis shockbreaker dari Irpan Spring, Jatinegara, Selasa (16/11).

Komponen palsu biasanya memiliki kemasan yang berbeda dengan yang asli, baik dari hologram, bahan kemasan, hingga bentuk huruf tulisan di kemasan.

Lantas bagaimana cara untuk mengetahui shockbreaker asli tapi palsu itu? Irpan memberikan tips seperti berikut:

1. Perhatikan titik las
Umumnya shockbreaker baru tidak memiliki titik bekas pengelasan pada dindingnya. Meski demikian ada beberapa merek shocbreaker yang memiliki titik bekas las. “Nah, untuk melihat asli tidaknya, kenali dulu beberapa shocbreaker yang memiliki titik bekas pengelasan. Tanyakan pada orang yang ahli atau teman,” tutur Irpan.

Setelah mengetahui merek-merek tersebut lalu perhatikan apakah titik pengelasan tersebut halus atau kasar. Shocbreaker yang asli biasanya memiliki titik las yang halus dan bukan bekas digerinda.

2. Cermati bekas gerinda dan suntikan
Shockbreaker lama yang didaur ulang juga bisa dikenali dari ada tidaknya bekas penghalusan pada bagian-bagian tertentu yang dilas dengan menggunakan gerinda. Selain itu, oknum produsen shockbreaker daur ulang mengelabui pembeli dengan menyuntikkan oli pada bagian bawah atau dibalik ring penahan shield.

“Memang tidak mudah untuk mengetahui ini. Tetapi kalau ring dibuka akan terlihat komponen ini telah disuntik,” kata Irpan.

3. Perhatikan drat pada ulir
Shockbreaker daur ulang bisa dikenali dari ujung drat yang tidak sempurna. Hal itu terjadi karena shocbreaker bekas itu biasanya dibubut, sehingga bentuk drat tidak sempurna.

4. Cermati batang tengah
Perhatikan pula batang tengah, bila terdapat goresan berarti batang tersebut telah pernah dipakai. Sebab ketika digunakan batang bekerja naik turun, dan hal itu membawa dampak tergoresnya permukaan batang.

Jangan lupa mengecek lubang baut di bawah shockbreaker. Bila lubang baut terluka berarti shocbreaker pernah digunakan alias bekas. Untuk menutup luka di lubang baut, biasanya produsen nakal menggunakan dempul.

“Karena itu tidak ada salahnya untuk mengorek-ngorek bagian itu. Toh, kalau komponen itu asli tidak akan terluka atau lecet,” terang Irpan.

5. Cek cara kerja shockbreaker
Langkah terakhir adalah dengan melakukan cara kerja komponen tersebut. Caranya, ambil shockbreaker dan pegang bagian atas dengan posisi tegak lurus. Setelah itu tarik dan tekan kuat-kuat hingga garis batas maksimal, kemudian lepaskan.

Bila dalam proses kembali pada titik semula tersendat berarti ada udara tertahan. Shockbreaker yang benar-benar baru biasanya berjalan lambat tetapi bukan tersendat-sendat.

Jangan lupa perhatikan permukaan batang, bila ada bekas berwana kehitaman atau kebiruan berarti batang pernah bergesekan. “Itu tanda shockbreaker pernah digunakan, karena akibat kerja naik turun menyebabkan batang seperti tergores,” ujar Irpan.

Pengamatan gerakan batang juga harus hati-hati. Pasalnya, shockbreaker bersifat double action dan single action. Shockbreaker double action gerakannya tidak secara langsung, tetapi ada jeda meski lambat. Namun, yang pasti, bukan tersendat-sendat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s