
Subhan Aksa (Ist)
JAKARTA, 15 Agustus 2012 – Meraih hasil mengejutkan dengan menempati peringkat tiga klasemen sementara reli dunia FIA 2012 Production World Rally Championship (PWRC), tak membuat pereli Indonesia Subhan Aksa jumawa. Tiga seri berikutnya di Jerman, Italia, dan Spanyol menurut pereli Bosowa Rally Team itu justru menjadi tantangan terberatnya.
Pada tiga laga sebelumnya — di Argentina, Yunani, dan Selandia Baru — dilalui Subhan dengan cukup mulus. Setelah finis ke-7 di Argentina, berturut-turut ia naik podium sebagai runner up di reli ganas Acropolis di Yunani dan seri Selandia Baru. Keberuntungan didapatkan Subhan karena di tiga seri itu berlangsung di lintasan tanah/gravel yang karakternya tak beda jauh dengan kondisi di Indonesia.
Selanjutnya, Subhan akan berlaga di tiga seri yaitu Rally Jerman pada 24-26 Agustus 2012, Rally Italia 18-21 Oktober dan Rally Spanyol 8-11 November. Nah, tantangan akan didapatkan di Rally Jerman karena berlangsung di lintasan aspal/tarmac yang jelas-jelas bukanlah trek yang akrab buatnya.
“Itu tantangan besar, namun saya sangat termotivasi untuk melewatinya dengan hasil terbaik. Seri Jerman akan menjadi ujian penting untuk seri selanjutnya di Italia dan Spanyol,” kata juara nasional 2009 dan 2010 itu di Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2012.
Rencananya, Subhan berlatih khusus di kota Trier, Jerman, kota tempat berlangsungnya reli. Latihan ini selain untuk melatih feeling dan handling kendaraan di lintasan aspal juga untuk melakukan setingan pada suspensi. Lokasi latihannya sendiri dipilih yang berada sekitar 45 KM bagian Utara kota Trier dan sangat dekat dengan SS hari pertama.
Di Jerman, Subhan akan kembali didampingi navigator Jeff Judd (Selandia Baru) yang tampil kompak saat di Yunani dan Selandia Baru. “Usia maupun jam terbang Jeff jauh di atas kami sehingga Subhan akan belajar banyak dari Jeff. Terlebih lagi ia sangat paham dengan karakter lintasan di Eropa,” terang Hade Mboi yang bertindak sebagai Manajer Tim.
Sebagai kendaraan, Subhan akan tetap menggeber Mitsubishi Lancer Evolution X. Pereli asal Makassar berusia 25 itu mengatakan ia tidak mau memasang target muluk-muluk.
Saat ini, ia menempati peringkat 3 PWRC dengan poin 42 di bawah Benito Guerra (Meksiko/62) dan Valeriy Gorban (Ukraina/52). Empat pereli lain memepetnya dengan selisih poin tipis, yakni Michal Kosciuszko (Polandia/40), Marcos Ligato (Argentina/37), Nicolas Fuchs (Peru/36), dan Louise Cook (Inggris/34).
“Dari segi teknis, jadi juara di Rally Italia lebih terbuka dibandingkan Jerman dan Spanyol. Mayoritas lintasannya gravel dan sempit. Kontur dan karakternya pun mirip Indonesia. Saya akan mempersiapkan diri untuk juara di sana,” tegasnya.
KLASEMEN SEMENTARA PWRC:
1. Benito Guerra (Meksiko/poin 62)
2. Valeriy Gorban (Ukraina/52)
3. Subhan Aksa (Indonesia/42)
4. Michal Kosciuzsko (Polandia/40)
5. Marcos Ligato (Argentina/37)
6. Nicholas Fuch (Peru/36)
7. Louise Cook (Inggris/34 )
8. Gianluca Linari (Italia/32)
9. Ricardo Trivino (Meksiko/30)
Filed under: berita, komunitas, penghargaan, racing, siaran pers, test drive Tagged: | berita, hade Mboi, press release, PWRC, reli, reli dunia, siaran pers, Subhan Aksa, WRC


















