Nissan Indonesia Akui Indikator BBM Livina Bermasalah

Nissan Grand Livina

JAKARTA, 18 April 2011 – PT Nissan Motor Indonesia (NMI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) Nissan di Indonesia mengakui kasus kesalahan indikator bahan bakar di mobil Nissan Grand Livina di tanah air hingga kini masih sering terjadi. Kasus ini telah terjadi sejak mobil itu diluncurkan di Indonesia 2007 lalu, namun jumlahnya jauh telah berkurang.

“Harus saya katakan kejadian seperti itu masih ada. Tetapi saat ini jumlah kejadiannya jauh berkurang,” tutur Teddy Irawan, Wakil Direktur Pemasaran PT NMI, saat dihubungi hari ini, 18 April.

Hanya, Teddy mengaku tidak ingat persis jumlah mobil Nissan Livina yang mengalami masalah seperti itu. “Yang pasti ribuan, mohon maaf saya tidak ingat persisnya. Tapi kini jauh berkurang,” kata dia.

Meski masih berulang, Teddy menegaskan, tidak perlu ada penarikan atau kampanye besar-besaran untuk perbaikan. Alasannya, permasalahan itu tidak membahayakan keselamatan. Selain itu, gejala masalah itu sangat mudah untuk dikenali.

Selama ini, pemilik mobil yang kendaraannya bermasalah langsung melakukan komplain ke dealer atau bahkan langsung ke PT NMI. Umumnya, mereka mengaku kala tangki bahan bakar diisi penuh sesuai kapasitas, indikator tidak menunjukkan bahan bakar telah terisi penuh.

Begitu pun sebaliknya. Bahkan, beberapa pemilik mengaku indikator menunjukkan isi bahan bakar tinggal setengah meski mobil mobil baru berjalan 10 – 20 kilometer. “Padahal, tangki baru diisi penuh,” terang Teddy.

PT NMI langsung mengganti komponen yang bermasalah saat pemilik mengajukan keluhan. “Tentu, setelah kami melakukan verifikasi terhadap mobil yang bersangkutan. Setelahnya, tidak ada lagi persoalan,” kata Teddy.

Berdasarkan hasil penyelidikan Nissan Indonesia, permasalahan itu terjadi bukan karena faktor teknis namun karena faktor mekanis karena kondisi lingkungan. Suhu panas, beberapa zat kimia ditengarai sebagai sumber masalah.

Seperti diberitakan, Jumat (15/4) lalu, Edaran Tan Chong Motor (ETCM), Agen Pemegang Merek Nissan di Malaysia, melakukan kampanye perbaikan atau menarik 32.100 unit Nissan Grand Livina karena indikator bahan bakar bermasalah. Pada saat yang sama ETCM juga menarik 9.300 unit Nissan Latio dan Nissan Latio Sport dengan alasan yang sama.

Pernyataan ETCM yang dikutip paultan.org menyebut, semua mobil yang ditarik itu diproduksi di Malaysia. “Nissan Grand Livina yang ditarik adalah model yang diproduksi Desember 2007 – Juni 2010. Adapun Latio dan Latio Sport dibuat pada Mei 2007 – Juni 2010,” bunyi pernyataan itu.

Dato Ang Bon Beng, Direktur Eksekutif ETCM, mengatakan, hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya menunjukkan masalah itu terjadi karena adanya adanya perpindahan zat elektrokimia pada kartu resistor di saluran bahan bakar. Perpindahan zat itu terjadi antara lain disebabkan oleh faktor lingkungan, serta variasi bahan bakar.

“Tetapi kasus di Indonesia, belum tentu sama dengan di Malaysia,” tandas Teddy Irawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: