TIPS: Trik Menghadapi Rem Bermasalah Saat Hujan

Kanvas rem bisa lengket

JAKARTA, 22 November 2011 – Setelah menurunkan artikel “Cara Mengatasi Kanvas Kopling dan Rem Lengket Akibat Banjir” banyak pertanyaa yang muncul. Salah satunya tentang cara melakukan pengereman yang tepat di kala hujan deras mengguyur Bumi.

Pertanyaan tersebut mendapat jawaban dari Edi Irsyandi, penggemar olahraga drifting yang juga pegiat safety driving di lintas komunitas pemilik mobil saat ditemui di Pantai Karnaval, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu, 19 November 2011. “Memang, selama ini banyak di antara pengguna mobil yang tidak memahami teknik pengereman yang benar di saat dan setelah hujan,” papar dia.

Padahal kesalahan pengereman pada saat hujan bisa berakibat fatal. Rem mengunci karena kanvas yang lengket, roda yang mengalami skid, atau rem cakram yang terkunci menyebabkan mobil tergelincir, terpelanting, atau bahkan terguling.

Oleh karena itu, sebelum berkendara di musim hujan, perlu memahami cara kerja peranti dan teknik pengereman yang benar. Seperti apa? Berikut penjelasan Irsyandi.

1. Antisipasi kemungkinan kanvas rem lengket

Satu hal yang wajib dipahami oleh pengguna mobil adalah peranti pengereman mobil–terutama rem jenis tromol dan sepatu rem–rawan basah sehingga kinerja kedua perangkat itu menurun. Rem yang tak pakem alias los adalah kasus yang kerap terjadi.

Kemungkinan lainnya adalah kanvas rem memiliki potensi yang besar menjadi lengket setelah melibas genangan air hujan. Hal itu disebabkan kanvas sangat mudah mengembang setelah terkena air. Terlebih bila dalam waktu cukup lama.

“Sebab, kanvas terbuat dari bahan asbes yang mudah menyerap air,” kata Irsyandi.

Oleh karena itu, setelah mobil melibas genangan air atau banjir, sebaiknya tetap menjalankan mobil dengan perlahan. Pada saat bersamaan, injaklah pedal rem sedikit agar teromol, sepatu rem, atau kanvas cepat mengering.

2. Pahami bahwa rem cakram tanpa ABS rawan terkunci

Pada saat hujan dan jalanan penuh dengan genangan air, suhu udara juga menurun. Hal itu menyebabkan piringan cakram rem dan sepatu rem juga sering kesat. Pada sisi lain, dalam kondisi basah, roda mobil rawan seret atau skid.

Oleh karena itu, bila Anda melakukan pengereman mendadak, potensi rem mengunci sangat besar. Mobil pun bisa tergelincir, berhenti mendadak, dan tak bisa dijalankan, bahkan terpelanting.

Jadi, jangan sesekali melakukan pengereman mendadak setelah mobil melibas genangan air hujan atau banjir. “Cara yang terbaik adalah jangan melaju dengan kecepatan tinggi di saat hujan mengguyur,” saran Irsyandi.

3. Pastikan kondisi peranti pengereman dalam keadaan baik

Sebelum Anda menggunakan mobil untuk sarana transportasi sehari-hari di musim hujan ini, periksa booster dan master rem, pastikan minyak rem serta kanvas rem. Jangan lupa, pastikan kondisi ukiran ban masih di atas 60 persen.

Bahkan bila perlu kuras minyak rem dan ganti dengan yang baru. Begitu pun dengan kondisi piston rem.

4. Lakukan langkah cepat saat rem tiba-tiba lengket

Bila tiba-tiba rem mobil Anda lengket setelah melibas genangan air atau banjir, jangan panik. Berusahalah menepikan kendaraan Anda dan biarkan kendaraan lain melintas terlebih dahulu, lalu matikan mesin.

Setelah jarak dengan kendaraan di depan cukup jauh, pindahkan tuas transmisi ke gigi satu dan injak pedal rem dalam-dalam. Kemudian hidupkan mesin dan lepas pedal rem hingga mobil sedikit melompat dan rem kembali. “Lakukan cara itu beberapa kali,” ucap Isryandi.

5. Tempuh langkah darurat saat rem blong

Bersikap tenang juga harus Anda lakukan bila rem mobil ternyata tak pakem, los, atau blong. Lakukan pengocokkan rem secepat mungkin, yaitu dengan menginjak pedal rem berkali-kali sembari mengurangi kecepatan mobil.

Jika rem tetap blong meski pedal rem telah dikocok, maka kurangi gigi persneling secara perlahan. Pastikan kendaraan di depan dan belakang Anda masih dalam jarak yang aman.

Setelah itu, lakukan pengereman dengan menggunakan rem tangan dengan perlahan dan hati-hati. Bila tidak, maka mobil akan terpelanting.

Namun bila langkah itu tidak mungkin Anda lakukan, carilah obyek benda mati yang tidak membahayakan bila Anda menabraknya, seperti semak-semak, separator, atau pepohonan. Jangan menabrak dengan posisi tegak lurus, tetapi sebaiknya dalam posisi menyerempet.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: