Test Ride: Moto Guzzi V7II Racer, Nice and Easy

12032016-Moto-Guzzi-V7II_Racer_01

JAKARTA, 12 Maret 2016 — Pertama kali melihat sosok Moto Guzzi V7II Racer di gelaran Motoplex Goes to Mall di Mall Pondok Indah, akhir tahun lalu, saya sudah penasaran. Sosok motor beraliran cafe racer ini memang menarik perhatian lewat penampilannya. Saya memang sempat mencoba. Hanya saja saat itu waktu yang disediakan tidak terlalu lama sehingga saya tak bisa meng-eksplore terlalu jauh kemampuan motor asal Italia ini. Nah, kesempatan itu akhirnya saya dapatkan.

Setelah mengambil unit test ride di showroom PT Premier International di Jl. Bintaro Utama 3 AP55, Bintaro, Tangerang Selatan – Indonesia, saya langsung menuju kantor Motovaganza.comdi kawasan Patal Senayan. Beberapa rekan di kantor langsung memberikan komentar saat melihat motor ini pertama kali. Ada yang menyebut klasik, vintage, retro, bahkan mewah.

Mungkin tidak terlalu berlebihan. Unit yang kami coba ini memang edisi terbatas. Moto Guzzi V7II Racer yang kami coba adalah satu dari 1000 unit yang diproduksi di dunia. Hal ini terlihat dari serial number yang menunjukkan angka produksi motor tersebut.

12032016-Moto-Guzzi-V7II_Racer_02

Moto Guzzi V7II Racer ini memang gampang dikenali. Sekilas tampilan motor ini terlihat seperti Triumph Thruxton yang juga bergaya Café Racer lengkap dengan cover head lamp dan buntut tawonnya. Namun, V7II racer memiliki beragam piranti yang kian membuat sosok motor menjadi lebih ciamik seperti. Warna rangka yang dilabur cat Red Candy Tone, tangki bensin dengan tampilan krom nan kinclong, penggunaan jok berbahan kulit suede, single seater, dan suspensi yang dapat disesuaikan redam kejut sesuai keinginan pengendara dan lainnya.

Setelah mengagumi kecantikan motor garapan Miguel Angel Galluzzi ini kami tak sabar untuk mencobanya. Duduk di jok, putar kunci kontak yang berada dibagian setang jepit bergaya khas motor balap, mesinpun menyala. Sensasinya memang sedikit berbeda dengan Moto Guzzi Audace 1400cc yang kami coba di saat yang bersamaan.

Saat mesin mulai menyala jarum rpm menunjuk angka berada di 1500 rpm dan dengan menggendong mesin bertenaga 50 hp ini motor terasa bergetar. Ini dikarenakan konfigurasi dari mesin yang mengusung V-Twin sejajar dengan pengendara. Jika dibandingkan dengan Triumph Thruxton, getaran dari Moto Guzzi V7II Racer lebih terasa namun, jika rpm sudah berada di atas 2000 getaran seakan menghilang. Ini merupakan pertanda baik karena, getaran ini tidak akan terasa saat diajak berjalan nantinya.

12032016-Moto-Guzzi-V7II_Racer_03

Setelah memastikan semuanya aman, kami mulai tancap gas ke tujuan pertama kami yaitu ke arah Kemang. Handling dan riding position dari Moto Guzzi V7II Racer terbilang nyaman walau dengan bukaan gas sekitar 3000-4000 rpm. Saat jalan sedikit kosong, dan jarak dengan kendaraan di depan lumayan jauh, saya mulai lebih berani membuka bukaan gas lebih besar sekitar 6000-8000 rpm. Pada rpm diatas 6000 rpm, motor mulai mengeluarkan sosok aslinya alias mesin mengeluarkan besaran torsi yang terbilang besar.

Berbekal mesin berkubikasi 750 cc 4Stroke DOHC dengan tipe mesin V-Twin 90° dengan penggerak garden. Berat kosong 179 kilogram serta ditambah bobot rider sekitar 90 kg motor ini mampu berlari sekiar 140km/jam dengan 5 percepatan hanya dengan hitungan tidak lebih dari 10 detik. Mantap!

Walau digerakan dengan gardan untuk roda bagian belakangnya, Moto Guzzi memiliki desain dan cara kerja yang berbeda dari penggerak gardan pada umumnya. Moto Guzzi menganut sistem Compact Reactive Shaft Drive yang mana cara kerjanya akan terasa seperti motor berpenggerak rantai pada umumnya. Sensasi dari gardan ini juga lebih merasakan engine brake saat thortle atau handle gas ditutup.

12032016-Moto-Guzzi-V7II_Racer_05

Pengujian berikutnya berpindah fokus kepada sektor pengereman. Motor ini sudah dibekali dengan sistem pengereman single disc milik Brembo berdiameter 320mm dengan 4 kaliper pistons yang bervariasi. Sementara untuk bagian belakangnya menggunakan rem dengan single floating disc dual caliper berukuran 260 mm. Keduanya bertugas dengan sangat baik sesuai dengan porsi masing-masing dimana kami melakukannya dengan presentase 70% mengandalkan rem belakang dan 30% mengandalkan rem pada bagian depan.

Saat uji pengereman bagian depan yang kami lakukan cukup ekstrem. Ternyata suspensi tipe teleskopik berdiameter 40 mm juga cukup menahan beban motor dan rider di bagian depan namun. Namun karena setang yang digunakan menggunakan sistem jepit, kami rasa tangan anda harus sedikit lebih kuat menahan bobot motor di bagian depan dan bertumpu pada bagian sikut anda serta pergelangan tangan agar motor tetap berada dalam keadaan aman.

Tidak hanya berbekal pada piranti rem yang mumpuni, karet bundar asal Italia berlebel Pirelli Sport Demon berukuran ring berbahan Allumunium dengan jari-jari berukuran 18 “- 100/90 dibagian depan dan 17 ” – 130/80 juga memberikan kekenyalan dan handling yang mantap.

12032016-Moto-Guzzi-V7II_Racer_06

Walau kami sudah berjalan sekitar 6 jam di kondisi jalan yang terbilang ramai, saya menarik kesimpulan jika penggunaan setang jepit pada Moto Guzzi Racer V7II racer ini terbilang cukup genius. Setang dapat berfungsi selap-selip di antara deretan mobil yang antri karena macet. Tidak hanya itu jok berbahan suede alias kulit terbalik juga membuat rider sangat nyaman berkendara lama-lama diatasnya dan juga “anti selip”.

Saat kami berhenti di lampu merah, kami juga baru memperhatikan jika konsol penunjuk bukaan rpm dan jarak tempuh terpisah dengan indikator seperti lampu sein, high beam, takaran bensin, gear position. Sayangnya, tidak ada penunjuk kapasitas bahan bakar, yang ada hanya indicator lampu. Jadi,  Anda harus sedikit “mengocok” motor untuk mengetahui sisa bensin yang ada di dalam tangki bensin berukuran 22 liter berbahan bakar Pertamax plus. Setidaknya Anda tidak perlu khawatir akan hal ini dikarenakan Guzzi juga menyiapkan bensin tambahan atau rest sebanyak 4 liter. Cukup untuk mencari lokasi SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) terdekat. Hehe…

Kesimpulannya, Moto Guzzi V7II ini cukup ciamik untuk diajak jalan-jalan di perkotaan. Motor yang dibanderol dengan harga kisaran Rp 419.900.000 (OTR) cukup easy handling, ukurannya tak terlalu besar sehingga gampang menghadapi jalanan seperti Jakarta. Satu lagi tampilannya akan langsung membuat semua mata memandang kea rah Anda.

12032016-Moto-Guzzi-V7II_Racer_07

Berita Terkait:
Moto Guzzi V7II Racer yang Penuh Kejutan
Test Ride: Moto Guzzi Audace 1400cc, The Silent Beast

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: