Solar Dexlite Mampu Tingkatkan Tenaga dan Efisiensi Hingga 9%

15042016-Car-Pertamina-Dexlite_02

JAKARTA, 15 April 2016 –– PT Pertamina Persero menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kualitas BBM terbaik bagi masyarakat. Salah satu langkah konkritnya hari ini, Jumat (15/4), Pertamina meluncurkan produk terbaru yang diberi nama Solar Dexlite.

Kesuksesan Pertalite sepertinya banyak menginspirasi kemunculan solar dengan spesifikasi baru ini. Pihak Pertamina mengklaim bahwa konsumsi Pertalite kini terus tumbuh dan berbanding terbalik dengan konsumsi premium yang menunjukkan angka penurunan.

“Tidak jauh berbeda dengan Pertalite, Dexlite adalah usaha kami untuk menyajikan solar lebih baik tujuannya adalah melakukan edukasi dan transisi agar perlahan standar emisi di Indonesia bisa mulai beralih ke Euro 4,” ujar Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran PT Pertamina Persero.

Dexlite memiliki angka Cetane number 51 artinya sedikit lebih rendah dari PertaDex di angka Cetane 53 dan di atas bio solar dengan Cetane maksimal 48. Sementara dari sisi sulfur, Dexlite memiliki kandungan sekitar 1.000 – 1.200 ppm. Artinya lebih baik dari solar yang berada di angka 3.000 ppm dan lebih rendah dari PertaDex dengan kandungan sulfur sampai 500 ppm.

Untuk diketahui, makin tinggi Cetane Number membuat solar lebih mudah terbakar dalam kompresi pada proses pembakaran mesin diesel lebih sempurna. Keuntungannya tentu pada soal konsumsi BBM yang lebih hemat, lebih bertenaga dan getaran  mesin akan semakin halus.

15042016-Car-Pertamina-Dexlite_02

“Dexlite dapat memberikan peningkatan tenaga dan efisiensi hingga mencapai 5%– 9%. Dan cetane number 51 membuat putaran bawah mesin diesel menjadi lebih bertenaga bermain direntang 1.500 – 2.500 rpm. Jadi sangat cocok digunakan pada pengendaraan perkotaan dengan rentang kecepatan hingga 100 km/jam,” ujar Dr. Ing Tri Yuswidjajanto konsultan untuk Pertamina yang merupakan ahli mesin dari Institut teknologi Bandung (ITB).

Dexlite aman untuk dikonsumsi mesin diesel bertransmisi commonrail namun khusus yang merupakan rakitan lokal atau masih setara Euro 2. Pertamina tidak mengharapkan para pengguna PertaDex tidak menurunkan grade konsumsi bbm-nya menjadi Dexlite. Fokusnya justru peningkatan grade dari para pengguna solar subsidi atau bio solar untuk mulai beralih ke Dexlite. Jadi tidak dianjurkan para pengguna mobil-mobil diesel kelas atas yang memiliki standar Euro 4 untuk mengkonsumsi  Dexlite.

Dexlite ditawarkan dengan harga Rp 6.750,- harga ini berada diantara PertaDex diangka Rp 8.600,- dan Solar subsidi Rp 5.650,-. Namun pihak Pertamina berjanji ke depan akan terus melakukan revisi harga menjadi yang paling terjangkau oleh masyarakat luas.

Salah satu syaratnya adalah dukungan dari pemerintah seperti menurutkan besaran pajak dari FAME. FAME sendiri merupakan turunan dari CPO (Crude Palm Oil) yang merupakan salah satu bahan baku penting dalam campuran pembuatan Dexlite disamping tambahan additive.

“Target konsumsi Dexlite hingga akhir tahun ini mencapai 100 ribu kilo liter atau 100 juta liter. Dan kedepan harganya sepertinya dapat kami tekan hingga keangka Rp.6.100,” jelas pria yang akrab disapa AB.

Berita Terkait:
Pertamina Solar Dexlite Diluncurkan, Harga Rp 6750 per Liter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: