First Ride: Ducati Multistrada 1200

26042016-Moto-Multistrada-1200_02

JAKARTA, 26 April 2016 — Ducati, brand motor besar ini tengah naik daun setelah diperkenalkan secara resmi di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 7-17 April 2016 lalu. Motovaganza mendapat kesempatan menjajal salah satu model andalannya yaitu Multistrada 1200, akhir pekan lalu.

Multistrada merupakan satu dari beberapa model yang diboyong PT Garansindo Euro Sport (GES) ke Indonesia. Model lainnya adalah keluarga Monster; Monster 821 Dark; Monster 821 Red, Monster 1200 R Red/Black, varian Diavel dan Diavel Carbon, Panigale R, dan juga Scrambler Sixty2 dan Scrambler 800.

Desain

Bicara soal desain, saya tak bisa berkomentar banyak. Desain adalah soal selera, jadi tak bisa diperdebatkan. Tapi, Ducati Mulstistrada 1200 secara umum memiliki penampilan yang tidak menakutkan, tidak intimidatif seperti rivalnya BMW 1200 GS, juga tidak sekekar pesaingnya yang lain, Triumph Tiger Explorer 1200.

Tapi ketiganya punya satu kesamaan: “Swiss Army motorcycle” atau motor untuk segala medan. Sebagai motor adventure, Multistrada 1200 memiliki sosok yang besar, yang membuat kita kadang dibuat agak mikir-mikir untuk mengendarainya. Padahal, Multistrada 1200 yang memiliki panjang 2.200 mm sebenarnya lebih pendek dibandingkan BMW R 1200 GS yang memiliki panjang 2.248 mm dan Triumph Tiger Explorer yang 2.210 mm.

26042016-Moto-Multistrada-1200_04

Demikian juga dengan bobot, Multistrada juga lebih enteng dari dua rivalnya. Ducati mengklaim Multistrada memiliki berat 232 kg sedangkan BMW R 1200 GS memiliki kerb weight 238 kg dan Triumph Tiger Explorer mencapai 259 kg.

Saya yang kebetulan pernah mencoba dua model lainnya, merasakan saat duduk di jok Multistrada 1200 cukup pendek. Dengan tinggi 175 cm, kaki saya sampai ke tanah, tidak perlu jinjit. Posisi ini membuat saya pede untuk mulai menghidupkan mesin melalui tombol yang sudah menggunakan teknologi keyless entry.

Riding Position

Ngepas-nya posisi duduk ini mungkin disebabkan tinggi jok yang acceptable untuk postur orang Indonesia yaitu 825-845 mm. Selain itu velg berukuran 17 inci di depan dan belakang. Velg ini dibalut ban Pirelli Scorpion Trail II berukuran 120/70 (depan) dan 190/55 (belakang).

Riding position terasa nyaman dan pas. Badan lebih tegak, tidak menunduk. Dengan kata lain riding positionnya commanding, hampir seperti naik trail.

Keunggulan dimensi dan riding position ini yang membuat Multistrada 1200 lebih lincah untuk diajak menyalip di antara ramainya kendaraan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

26042016-Moto-Multistrada-1200_03

Mesin

Nah, sekarang kita bicara soal mesin. Ducati Multistrada 1200 diperkuat mesin Ducati Testastretta DVT with Desmodromic Variable Timing, L-Twin cylinder, 4 valve per cylinder, Dual Spark, liquid cooled. Mesin dengan kapasitas 1198.4 cc ini memiliki Bore x Stroke 106 x 67.9mm dan compression ratio cukup tinggi yaitu 12.5:1.

Mesin ini menghasilkan tenaga 160 hp @ 9500 rpm dan torsi 136 Nm @ 7,500 rpm. Ducati boleh berbangga dengan performanya karena lebih besar dibandingkan Triumph Tiger Explorer (135 hp dan 121 Nm) serta BMW R 120 GS (125 hp dan 125 Nm).

Untuk transmisi Ducati Multistrada 1200 menggunakan transmisi 6 percepatan. Asiknya, kopling terasa sangat enteng berkat teknologi Light action, wet, multiplate clutch dengan hydraulic control.

26042016-Moto-Multistrada-1200_01

Performa & Safety

Yang menarik, Ducati melengkapi Multistrada 1200 dengan empat Riding Mode personal (URBAN, TOURING, SPORT, dan ENDURO). Jika Anda hanya bermain-main di dalam kota saya menyarankan gunakan mode URBAN karena torsinya tidak melonjak-lonjak dan lebih stabil pada gigi rendah.

Jika menggunakan mode SPORT, mesin akan terasa sangat provokatif, seolah terus mendesak kita untuk menggeber gas lebih tinggi. Pada mode ENDURO, sebagian besar torsi mesin berkumpul di putaran mesin rendah, sehingga motor dapat melaju stabil pada kecepatan rendah, kebalikan dari mode TOURING.

Yang tak kalah penting adalah paket keamanan yang dipasang Ducati untuk menghadapi tenaga besar milik Multistrada 1200 ini. Ducati menyebutnya Ducati Safety pack (DSP). Paketnya terdiri dari rem Brembo 9ME multi-calibrating cornening ABS with three mapping plus 8-levels Ducati Traction Control (DTC).

Nah, ABS ini akan menyesuaikan diri secara otomatis sesuai dengan Riding Mode yang dipilih. Berbeda dengan dua pesaingnya yang bisa diaktifkan atau dinon-aktifkan secara manual. Teknologi lain yang disematkan Multistrada 1200 antara lain Ride-by-Wire (RbW), Ducati Skyhook Suspension (DSS) Evo, dan Ducati Wheelie Control (DWC).

26042016-Moto-Multistrada-1200_22

Kesimpulan

Kesimpulan saya, Ducati Multistrada 1200 akan sangat asik untuk diajak menempuh perjalanan dalam kota maupun jarak jauh. Namun dengan syarat: Anda harus memiliki skill sedikit di atas rata-rata untuk menaklukkan power to weight ratio-nya yang mencapai 1:1.45 hp/kg.

Satu lagi, mental Anda juga harus lebih kuat agar tidak terprovokasi oleh tenaganya yang sangat galak dan feeling lebih sensitif saat memuntir handel gas.

Nah, soal harga, Multistrada 1200 dijual Rp 619 juta. Harga ini berada di tengah-tengah Triumph Tiger Explorer (Rp 605 juta) dan BMW R 1200 GS (Rp 695 juta). So, pilihan ada di tangan Anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: